Padukan Filosofi Rwa Bhineda dan Motor Listrik, Made Eka Lalui Seminar Hasil S3 UHN Sugriwa
Denpasar – Transisi menuju penggunaan kendaraan ramah lingkungan kini menjadi tren yang kian masif di wilayah perkotaan. Menangkap peluang sekaligus tantangan komunikasi pemasaran motor listrik di tengah kuatnya budaya lokal Bali, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Ujian Seminar Hasil Disertasi Penelitian untuk program S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu. Sidang akademik yang membedah progres riset mutakhir ini dilangsungkan secara ketat pada Senin (02/11/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu.
Tampil ke mimbar akademik dengan persiapan konseptual dan data lapangan yang sangat matang, promovendus atas nama Made Eka Tirtayana bersiap mempresentasikan hasil penelitiannya. Mengusung inovasi perpaduan antara strategi pemasaran modern dan filosofi kebudayaan lokal, ia membedah disertasi bertajuk “Manajemen Komunikasi Pemasaran Motor Listrik Berbasis Konsep Rwa Bhineda di Denpasar”. Diberikan alokasi waktu taktis selama 15 menit, calon doktor ini sukses memaparkan kerangka analisis dan temuan observasinya secara komprehensif di hadapan majelis penguji.
Melalui kacamata Ilmu Komunikasi Hindu, riset ini menyoroti bagaimana manajer pemasaran di Denpasar memformulasikan strategi promosi dengan pendekatan Rwa Bhineda—konsep keseimbangan dua hal yang saling bertolak belakang. Made Eka Tirtayana membedah kepiawaian produsen dalam mengomunikasikan sisi keunggulan (ekonomis dan ramah lingkungan) sekaligus memitigasi sisi kekhawatiran konsumen (infrastruktur charging atau daya tahan baterai). Temuan ini dinilai amat strategis sebagai panduan komunikasi bisnis yang adaptif, tanpa harus membenturkan teknologi modern dengan kearifan lokal.
Usai menjabarkan hasil penelitiannya yang sangat kontekstual tersebut, ketajaman analisis promovendus langsung diuji keabsahannya. Persidangan berlanjut pada sesi tanya jawab yang secara otomatis memantik dinamika dan dialektika intelektual di dalam ruang sidang. Pada fase ini, Made Eka Tirtayana dituntut untuk mampu merasionalisasi validitas temuan datanya, mempertahankan strategi komunikasi pemasarannya, hingga menyerap berbagai masukan konstruktif demi kesempurnaan naskah disertasinya.
Kelayakan dan kedalaman naskah hasil penelitian ini dikawal serta dikuliti secara kritis oleh jajaran guru besar dan akademisi di lingkungan UHN Sugriwa. Majelis penguji tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., berserta Dr. I Made Arsa Wiguna, Sst.Par., M.Pd.H., dan Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag. Formasi dewan penguji kian solid dengan hadirnya Dr. Dra. Ni Nyoman Perni, M.Pd., Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA., serta Dr. Dra. Ni Wayan Sariani Binawati, M.Ag., yang silih berganti mencecar mahasiswa dengan rentetan pertanyaan tajam namun sukses direspons dengan argumen yang rasional dan meyakinkan.
Keberhasilan melampaui tahapan krusial Ujian Seminar Hasil ini menjadi modal yang amat berharga bagi Made Eka Tirtayana untuk mematangkan disertasinya menuju ujian tertutup hingga promosi doktor kelak. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis yang cemerlang ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan tuntunan dan kelancaran pada tahapan selanjutnya, sehingga karya ilmiah ini kelak menjadi sumbangsih nyata dalam memajukan industri hijau di Bali yang berakar pada kearifan lokal. -(tupasca) #pascaHEBAT
