Refleksi Saraswati di Kampus UHN Sugriwa: Harmoni Kecerdasan Intelektual dan Keluhuran Budaya

Denpasar – Hari Suci Saraswati senantiasa menjadi momentum paling sakral bagi insan pendidikan karena diyakini sebagai hari turunnya anugerah ilmu pengetahuan suci. Di Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, perayaan tahun ini terasa semakin istimewa dan bermakna ganda lantaran bertepatan langsung dengan pelaksanaan pujawali di pelinggih Padmasana kampus pada Sabtu (31/10/2026).

Secara filosofis, perayaan Saraswati di lingkungan perguruan tinggi bukan sekadar ritual keagamaan rutin, melainkan sebuah ruang refleksi diri. Bagi para dosen dan mahasiswa, momen ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan ibarat mata air abadi yang menghapus kebodohan (avidya). Melalui Saraswati, civitas akademika diajak untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual yang diraih di bangku kuliah dengan kebijaksanaan spiritual, sehingga ilmu yang didapat bisa menjadi pelita yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Untuk mewujudkan keseimbangan antara kecerdasan pikiran dan keluhuran budaya, kampus menyelenggarakan serangkaian perlombaan sehari sebelumnya, yakni pada Jumat (30/10/2026). Dosen dan mahasiswa dari tujuh program studi tampil kompak berbalut pakaian adat Bali untuk beradu ketangkasan dalam lomba ngelawar, membuat penjor, hingga merangkai gebogan.

Ketiga perlombaan ini pun sarat akan filosofi gotong royong dan nilai estetika tradisional (sundaram). Para akademisi yang biasanya sibuk dengan jurnal dan tesis, turun tangan langsung meracik bumbu lawar yang autentik, menyusun buah lokal ke atas dulang gebogan, dan memastikan penjor berdiri kokoh sebagai simbol rasa syukur ke hadapan Sang Pencipta tanpa menggunakan bahan plastik sedikit pun.

Setelah ikatan persaudaraan dipupuk lewat lomba, seluruh civitas akademika menyatu dalam khusyuknya persembahyangan Saraswati dan pujawali di area suci Padmasana Pascasarjana, Jalan Kenyeri No. 57, Denpasar. Sejak pukul 08.00 WITA, pimpinan kampus, dosen, pegawai, hingga mahasiswa memanjatkan doa bersama memohon kejernihan pikiran dan tuntunan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Suasana khidmat dan hening tersebut kemudian ditutup dengan senyum kebahagiaan sesaat setelah prosesi doa selesai. Panitia acara langsung mengumumkan para pemenang lomba tradisional sekaligus menyerahkan piala penghargaan, yang menjadi bukti nyata komitmen Pascasarjana UHN Sugriwa dalam merawat harmoni antara kualitas pendidikan akademik dan pelestarian warisan leluhur.

Berita Terkait