|

Rekonstruksi Catur Marga di Era Modern, Dewa Ayu Tuty Maju di Ujian Kualifikasi S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Arus modernisasi di wilayah perkotaan kerap memicu pergeseran paradigma kehidupan, tak terkecuali dalam aspek spiritualitas masyarakat Hindu di Denpasar. Menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan akademis dan teologis, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Ujian Kualifikasi Disertasi Penelitian untuk program S3 Doktor Ilmu Agama. Sidang akademik yang menguji kebaruan gagasan terkait spiritualitas kontemporer ini dilangsungkan secara ketat pada Selasa (27/10/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Agama.

Tampil ke mimbar akademik dengan persiapan konseptual yang sangat matang, mahasiswi doktoral atas nama Dewa Ayu Putu Tuty Setiarsih bersiap mempertanggungjawabkan rancangan penelitiannya. Mengusung isu strategis bagi peradaban masyarakat urban, ia mempresentasikan proposal bertajuk “Rekontruksi Pemahaman Dan Aktualisasi Catur Marga Sebagai Paradigma Spiritual Hindu Kontemporer Pada Masyarakat Hindu Kota Denpasar”. Diberikan alokasi waktu pemaparan taktis selama 15 menit, promovenda sukses memetakan kegelisahan akademiknya secara komprehensif di hadapan para pakar.

Melalui kacamata teologi, riset ini berupaya merekonstruksi cara pandang masyarakat perkotaan dalam mengaktualisasikan ajaran luhur Catur Marga (empat jalan menuju Tuhan). Dewa Ayu Putu Tuty Setiarsih menyoroti urgensi penyesuaian pemahaman spiritualitas Hindu agar lebih adaptif dan relevan terhadap dinamika kehidupan warga Denpasar masa kini, tanpa harus kehilangan esensi susastra sucinya. Penelitian ini dinilai amat penting sebagai rujukan filosofis dan panduan moral umat di tengah hiruk-pikuk gaya hidup modern yang cenderung materialistis.

Usai memaparkan konstruksi pemikirannya yang sangat kontekstual, ketajaman analisis promovenda langsung diuji keabsahannya. Persidangan dilanjutkan dengan agenda tanya jawab yang secara otomatis memantik dinamika serta dialektika intelektual di dalam ruang sidang. Dalam fase kristalisasi gagasan ini, Dewa Ayu dituntut untuk mampu merasionalisasi landasan konseptualnya, mempertahankan metodologi penelitian yang akan digunakan, hingga memproyeksikan kontribusi nyata risetnya bagi tatanan sosial keagamaan Hindu di ibu kota Bali tersebut.

Kelayakan draf penelitian ini dikawal dan dikuliti secara menyeluruh oleh lima dewan penguji yang terdiri dari deretan guru besar serta pakar andal di lingkungan UHN Sugriwa. Barisan akademisi yang bertugas menyidang naskah tersebut adalah Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag., Prof. Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag., dan Dr. Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, S.Ag., M.Si. Formasi penguji kian solid dengan hadirnya Dr. I Gede Januariawan, SH., M.Ag., serta Dr. Ida Bagus Subrahmaniam Saitya, SH., S.Ag., M.Fil.H. Kelima pakar silih berganti mencecar mahasiswi dengan rentetan pertanyaan mendalam, yang sukses direspons dengan argumen rasional, taktis, dan meyakinkan.

Keberhasilan melampaui tahapan krusial ujian kualifikasi ini menjadi landasan esensial bagi Dewa Ayu Putu Tuty Setiarsih untuk segera melangkah ke tahap penggalian data lapangan di Kota Denpasar. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis tahap awal yang gemilang ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan sinar suci dan kelancaran dalam perampungan disertasi, sehingga kelak karya luhur ini mampu menjadi oase spiritualitas Hindu di era kontemporer. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait