|

Bedah Makna Ritual Yu Fo di Jakarta, Jimmu Goh Laju di Ujian Proposal S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Keberagaman tradisi dan ritual keagamaan di Nusantara merupakan kekayaan teologis yang patut dikaji secara mendalam melalui kacamata akademis. Merespons khazanah spiritualitas lintas agama tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Ujian Proposal Disertasi Penelitian untuk program S3 Doktor Ilmu Agama. Sidang akademik yang menguji rancangan riset keagamaan ini dilangsungkan secara ketat pada Kamis (29/10/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Agama.

Tampil ke mimbar akademik dengan persiapan konseptual yang matang, mahasiswa doktoral atas nama Jimmu Goh bersiap mempresentasikan gagasan risetnya. Mengusung isu teologis dan tradisi keagamaan Buddha yang sangat spesifik, ia mengajukan proposal bertajuk “Puja Bakti YUFO Rupang Bayi Sakyamuni Di Wihara Sakya Sakti Jakarta Barat”. Diberikan alokasi waktu pemaparan taktis selama 15 menit, promovendus sukses memetakan rumusan masalah dan rancangan penelitiannya secara terstruktur di hadapan majelis penguji.

Melalui pendekatan Ilmu Agama, riset ini berupaya membedah makna filosofis, teologis, dan sosiologis di balik pelaksanaan tradisi Yu Fo (ritual memandikan rupang/patung bayi Pangeran Siddhartha Gautama). Jimmu Goh menyoroti urgensi pelaksanaan Puja Bakti Yu Fo di Wihara Sakya Sakti Jakarta Barat sebagai instrumen penyucian batin umat Buddha sekaligus pelestarian warisan spiritual di tengah dinamika masyarakat metropolitan. Penelitian ini dinilai amat menarik karena memperkaya spektrum kajian perbandingan agama dan tradisi lintas iman di lingkungan pascasarjana UHN Sugriwa.

Usai menjabarkan kerangka pemikirannya secara komprehensif, ketajaman analisis promovendus langsung diuji kelayakannya. Persidangan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang secara otomatis memantik dialektika intelektual di dalam ruang sidang. Kelayakan draf proposal ini dikawal secara kritis oleh majelis penguji yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., bersama Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag., dan Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag.

Formasi majelis penguji di ruang persidangan kian solid dengan hadirnya Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA., Prof. Dr. Ni Kadek Surpi, S.Pt., M.Fil.H., Dr. I Ketut Gunarta, S.Ag., M.Ag., serta Dr. Drs. I Made Wiradnyana, M.Hum. Ketujuh akademisi tersebut silih berganti mencecar Jimmu Goh dengan rentetan pertanyaan mendalam guna memvalidasi metodologi penggalian data di wihara, ketepatan teori yang digunakan, hingga fokus penelitian. Seluruh cecaran tersebut sukses direspons oleh mahasiswa dengan argumen yang rasional, taktis, dan meyakinkan.

Keberhasilan melewati tahapan krusial ujian proposal ini menjadi pijakan awal yang sangat berharga bagi Jimmu Goh untuk segera melangkah ke tahap penggalian data lapangan di Jakarta Barat. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis tahap awal ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kelancaran dalam proses penyusunan disertasi, sehingga kelak karya ilmiah ini dapat memperkaya literatur teologis dan merawat harmoni keberagaman umat beragama di Indonesia. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait