|

Kupas Tata Bahasa Sanskerta di Lontar Krakah Panini, Manek Astawa Lalui Seminar Hasil S2 UHN Sugriwa

Denpasar – Pelestarian Warisan Susastra Suci dan Naskah Kuno Nusantara membutuhkan kecakapan linguistik yang mumpuni, terutama dalam membedah tata bahasa Sanskerta kuno. Mengambil peran strategis dalam penyelamatan teks-teks klasik tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Ujian Pra Tesis atau Seminar Hasil Tesis untuk program S2 Brahma Widya. Sidang akademik yang menakar kedalaman analisis filologis dan teologis ini dilangsungkan secara khidmat pada Senin (02/11/2026), bertempat di ruang ujian program S2 Brahma Widya.

Tampil ke mimbar akademik dengan penguasaan literatur yang matang, mahasiswa pascasarjana atas nama I Wayan Manek Astawa bersiap mempertanggungjawabkan temuan risetnya. Membawa ruh penyelamatan warisan literasi leluhur, ia mengusung judul penelitian yang sangat menantang, yakni “Kajian Tata Bahasa Sanskerta Dalam Lontar Krakah Panini”. Diberikan alokasi waktu pemaparan taktis selama 15 menit, calon magister ini sukses membedah konstruksi linguistik dan makna teologis naskah kuno tersebut secara terstruktur di hadapan majelis penguji.

Melalui kacamata keilmuan Brahma Widya, riset ini menyelami bagaimana aturan tata bahasa agung Maharsi Panini diadopsi, dipahami, dan direkam oleh para tetua di Bali ke dalam medium lontar. I Wayan Manek Astawa menyoroti keistimewaan Lontar Krakah Panini sebagai jembatan pengetahuan yang merekam kaidah pembentukan kata dan kalimat Sanskerta. Penelitian ini dinilai amat esensial, tidak hanya sebagai kajian linguistik historis, tetapi juga sebagai kunci pembuka tabir makna teks-teks keagamaan Hindu agar tidak mengalami degradasi makna di era modern.

Usai memaparkan kerangka analisis dan temuan pembacaan teksnya secara membumi, ketajaman intelektual mahasiswa ini langsung diuji keabsahannya. Persidangan berlanjut pada sesi tanya jawab yang secara otomatis memantik dinamika dan dialektika akademis tingkat tinggi di dalam ruang sidang. Pada fase kristalisasi gagasan ini, keabsahan terjemahan, metodologi kajian teks, hingga sinkronisasi kaidah Sanskerta dengan realitas lontar di Bali dikuliti secara komprehensif oleh empat dewan penguji yang bertugas.

Kelayakan naskah hasil penelitian ini dikawal secara ketat oleh deretan guru besar dan akademisi andal di lingkungan UHN Sugriwa. Majelis penguji tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA., berserta Prof. Dr. Ni Putu Winanti, S.Ag., M.Pd. Formasi dewan penguji kian solid dengan hadirnya Prof. Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D., serta Dr. I Ketut Gunarta, S.Ag., M.Ag. Keempat akademisi ini silih berganti mencecar Manek Astawa dengan pertanyaan kritis, yang kesemuanya sukses direspons dengan argumen berbasis data tekstual yang rasional, taktis, dan meyakinkan.

Keberhasilan melewati tahapan Seminar Hasil Tesis ini menjadi modal yang amat berharga bagi I Wayan Manek Astawa untuk mematangkan naskah penelitiannya menuju Ujian Tesis. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis yang cemerlang ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan sinar suci dan kelancaran pada tahapan selanjutnya, sehingga karya ilmiah ini kelak menjadi sumbangsih nyata dalam menjaga keagungan bahasa Sanskerta dan kelestarian susastra Hindu di Nusantara. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait