Kupas Kearifan Lokal di SMK, Chika Aristia Lalui Seminar Hasil S2 UHN Sugriwa
Denpasar – Di tengah gempuran arus modernisasi dan tuntutan keterampilan vokasi, penanaman karakter berbasis kearifan lokal di sekolah kejuruan (SMK) menjadi benteng pertahanan moral yang sangat krusial. Merespons urgensi pendidikan karakter tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Ujian Pra Tesis atau Seminar Hasil Penelitian untuk Program S2 Dharma Acarya. Sidang akademik yang bertujuan mengevaluasi temuan lapangan ini dilangsungkan secara khidmat pada Kamis (22/10/2026), bertempat di ruang ujian program S2 Dharma Acarya.
Tampil ke mimbar akademik dengan kesiapan mental dan penguasaan data yang matang, mahasiswi pascasarjana atas nama Ni Putu Chika Aristia Santi bersiap mempertanggungjawabkan hasil risetnya. Dengan lugas, ia mengusung judul penelitian yang sangat relevan dengan dunia pendidikan vokasi, yakni “Peran Guru Dalam Memperkuat Pilar Kecerdasan Murid Melalui Konsep Kearifan Lokal Pada Pembelajaran Agama Hindu di SMK Negeri 2 Kuta Selatan”. Diberikan alokasi waktu pemaparan yang efektif selama 15 menit, calon magister ini sukses mempresentasikan kerangka analisis dan temuan observasinya di hadapan para pakar.
Melalui perspektif keilmuan Dharma Acarya, riset ini membedah secara mendalam bagaimana kreativitas dan peran aktif seorang pendidik dalam meramu metode pembelajaran. Chika Aristia menyoroti strategi guru Pendidikan Agama Hindu di SMK Negeri 2 Kuta Selatan yang sukses mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Nusantara untuk memperkuat ragam pilar kecerdasan siswa, baik secara spiritual, emosional, maupun intelektual. Temuan lapangan ini dinilai amat strategis sebagai rujukan aplikatif agar lulusan sekolah kejuruan tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki akar budaya dan budi pekerti luhur.
Usai menjabarkan hasil penelitiannya secara komprehensif, ketajaman analisis mahasiswi ini langsung diuji keabsahannya. Persidangan berlanjut pada sesi tanya jawab yang secara otomatis memantik dinamika serta dialektika intelektual di dalam ruang sidang. Pada fase kristalisasi gagasan ini, Chika Aristia dituntut untuk mampu merasionalisasi validitas temuan datanya, mempertahankan metodologi yang digunakan, serta menyerap berbagai masukan konstruktif demi kesempurnaan draf tesisnya sebelum melangkah ke ujian akhir.
Kelayakan dan kedalaman naskah hasil penelitian ini dikawal serta dikuliti secara kritis oleh empat dewan penguji yang merupakan deretan pakar keilmuan andal di lingkungan UHN Sugriwa. Barisan akademisi yang hadir menyidang adalah Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si., bersama Dr. I Made Arsa Wiguna, Sst.Par., M.Pd.H. Formasi penguji kian solid dengan hadirnya Dr. Dra. Ni Nyoman Perni, M.Pd., serta Dr. Gek Diah Desi Sentana, SS., M.Hum. Keempat pakar silih berganti mencecar mahasiswi dengan pertanyaan mendalam, yang sukses direspons dengan argumen rasional, taktis, dan meyakinkan.
Keberhasilan melampaui tahapan krusial Seminar Hasil ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Ni Putu Chika Aristia Santi untuk melangkah mematangkan naskah menuju Ujian Tesis (Ujian Tutup). Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis yang cemerlang ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan tuntunan dan kelancaran pada tahapan selanjutnya, sehingga kelak karya ilmiah ini dapat menjadi sumbangsih nyata dalam memajukan kualitas pendidikan Agama Hindu di Indonesia. -(tupasca) #pascaHEBAT
