Dobrak Sekat Patriarki Lewat Teologi Dharma, Mas Sumatri Lalui Ujian Kualifikasi S3 UHN Sugriwa
Denpasar – Peran dan kepemimpinan perempuan dalam tatanan budaya patriarki di Bali acapkali masih dihadapkan pada tembok stigma sosiokultural yang tebal. Menggali potensi dan ruang gerak emansipasi perempuan melalui pendekatan spiritualitas Hindu, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Ujian Kualifikasi Disertasi Penelitian program S3 Doktor Ilmu Agama. Sidang akademik yang menakar kebaruan gagasan terkait kesetaraan dan nilai keagamaan ini dilangsungkan pada Selasa (20/10/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Agama.
Tampil ke mimbar akademik dengan figur yang karismatik dan persiapan konseptual yang sangat matang, mahasiswi doktoral atas nama I Gusti Ayu Mas Sumatri bersiap mempresentasikan gagasan risetnya. Dengan penuh ketegasan, ia mengusung judul penelitian yang sangat tajam dan kontekstual, yakni “Teologi Dharma dan Kepemimpinan Perempuan Hindu Dalam Budaya Patriarki Bali Di Karangasem”. Diberikan alokasi waktu pemaparan taktis selama 15 menit, promovenda sukses memetakan kegelisahan akademiknya serta membedah rancangan penelitian secara komprehensif di hadapan para pakar.
Melalui kacamata Teologi Dharma, riset ini menyoroti bagaimana perempuan Hindu di Karangasem mengaktualisasikan nilai-nilai kebenaran agung (dharma) sebagai fondasi dalam memimpin. I Gusti Ayu Mas Sumatri membedah bahwa budaya patriarki di Bali tidak semestinya menjadi belenggu, melainkan realitas sosiologis yang dapat dijembatani melalui pendekatan teologis. Konstruksi pemikiran ini dinilai amat strategis untuk memberikan legitimasi spiritual bagi perempuan agar mampu tampil sebagai pemimpin yang tangguh di ranah publik, tanpa harus mencerabut akar budaya dan tatanan tradisi leluhur.
Usai menjabarkan kerangka risetnya yang emansipatif, ketajaman analisis promovenda langsung diuji keabsahannya melalui sesi tanya jawab yang menguras ketangkasan berpikir. Sesi persidangan ini berlangsung dengan sangat dinamis, sarat akan dialektika intelektual seputar batasan adat, interpretasi teks suci, dan realitas kepemimpinan politik hingga sosial di masyarakat. Dalam fase kritis ini, I Gusti Ayu Mas Sumatri dituntut untuk merasionalisasi landasan filosofis serta memproyeksikan tantangan nyata bagi implementasi kepemimpinan perempuan di Karangasem.
Kelayakan gagasan akademik ini dikawal dan dikuliti secara menyeluruh oleh lima dewan penguji yang terdiri dari deretan pakar keagamaan, budaya, dan sosial. Barisan akademisi andal yang hadir menyidang naskah tersebut adalah Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si., Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., dan Prof. Dr. Ni Putu Winanti, S.Ag., M.Pd. Formasi dewan penguji kian solid dengan hadirnya Dr. Drs. I Made Wiradnyana, M.Hum., serta Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H. Kelima pakar silih berganti mencecar mahasiswi dengan pertanyaan kritis yang kesemuanya berhasil direspons dengan sangat rasional, taktis, dan meyakinkan.
Keberhasilan melampaui tahapan krusial ujian kualifikasi ini menjadi landasan yang amat esensial bagi I Gusti Ayu Mas Sumatri untuk segera melangkah ke tahap penggalian data lapangan di Kabupaten Karangasem. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis tahap awal yang gemilang ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan sinar suci dan tuntunan-Nya dalam proses perampungan disertasi, sehingga kelak karya luhur ini mampu menjadi sumbangsih nyata dalam memberdayakan kepemimpinan perempuan Hindu di Nusantara. -(tupasca) #pascaHEBAT
