|

Bedah Strategi Komunikasi Turunkan Stunting di Kintamani, Mariasih Lalui Ujian Tesis S2 UHN Sugriwa

Denpasar – Isu stunting atau tengkes pada anak masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan pendekatan dan edukasi komprehensif hingga ke pelosok pedesaan. Merespons persoalan krusial yang berdampak pada kualitas generasi penerus tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Ujian Tesis untuk Program S2 Ilmu Komunikasi Hindu. Sidang akademik purnastudi ini dilangsungkan secara khidmat pada Selasa (20/10/2026), bertempat di ruang ujian program S2 Ilmu Komunikasi Hindu.

Tampil ke mimbar akademik dengan penuh kemantapan, mahasiswi atas nama Ni Wayan Mariasih bersiap mempertanggungjawabkan karya ilmiah puncaknya. Mengusung riset yang sangat relevan dengan program kesehatan nasional, ia mempresentasikan tesis bertajuk “Strategi Komunikasi Petugas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) Dalam Upaya Penurunan Stunting di Desa Abuan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli”. Diberikan waktu pemaparan yang taktis selama 15 menit, ia sukses merangkum temuan lapangannya dengan lugas dan terstruktur di hadapan dewan penguji.

Melalui kacamata ilmu komunikasi Hindu, riset ini membedah secara mendalam efektivitas penyampaian pesan kesehatan dan pola asuh oleh para petugas penyuluh (PKB/PLKB) kepada masyarakat akar rumput. Ni Wayan Mariasih menyoroti urgensi pendekatan komunikasi antarpribadi yang edukatif, persuasif, dan humanis untuk mengubah perilaku warga di Desa Abuan, Bangli, terkait gizi ibu dan anak. Hasil kajian ini dinilai sangat strategis sebagai panduan evaluasi instansi terkait guna menekan angka stunting melalui pendekatan sosio-kultural dan keagamaan.

Usai menjabarkan hasil penelitiannya secara komprehensif, ketajaman analisis mahasiswi magister ini langsung diuji keabsahannya. Sesi ujian dilanjutkan dengan agenda tanya jawab yang secara otomatis memantik dinamika dan dialektika intelektual di dalam ruang sidang. Kelayakan naskah akademik yang sarat empati sosial ini dikawal serta dikuliti secara kritis oleh empat dewan penguji pakar, yakni Dr. Dewa Ketut Wisnawa, S.Sn., M.Ag., Dr. Dra. Ni Wayan Sariani Binawati, M.Ag., Dr. Ni Made Yuliani, S.Sos., M.Fil.H., serta Dr. I Ketut Wardana Yasa, SE., M.Fil.H.

Sesi persidangan berlangsung sangat interaktif tatkala keempat pakar tersebut silih berganti mencecar Ni Wayan Mariasih dengan rentetan pertanyaan mendalam. Fokus persidangan menyoroti pada validitas data lapangan, hambatan komunikasi penyuluh di topografi pegunungan Kintamani, hingga implementasi praktis dari rekomendasi yang ditawarkan. Berbekal penguasaan literatur dan penghayatan kondisi sosiologis masyarakat yang matang, Mariasih mampu merespons setiap sanggahan dan menyerap masukan penguji dengan argumen yang sangat rasional, taktis, serta meyakinkan.

Keberhasilan melampaui tahapan krusial ujian tesis ini menjadi penanda pencapaian akademis yang luar biasa bagi Ni Wayan Mariasih untuk segera menyandang gelar magister. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditorehkan. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan sinar suci-Nya, dan kelak karya ilmiah ini dapat menjadi sumbangsih nyata dalam menyukseskan program pengentasan stunting demi mencetak generasi penerus bangsa yang lebih sehat dan unggul. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait