Bedah Komunikasi Guru & Anak PAUD, Ni Wayan Sukardi Lalui Seminar Hasil S3 UHN Sugriwa
Denpasar – Pendidikan karakter dan penanaman nilai agama sejak usia dini merupakan fondasi esensial dalam mencetak generasi penerus yang beretika. Merespons pentingnya peran komunikasi dalam proses pendidikan dasar tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Ujian Seminar Hasil Disertasi Penelitian untuk program S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu. Sidang akademik yang bertujuan membedah progres dan temuan lapangan ini dilangsungkan secara ketat pada Rabu (21/10/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu.
Tampil ke mimbar akademik dengan persiapan konseptual yang sangat matang, mahasiswi doktoral atas nama Ni Wayan Sukardi bersiap mempertanggungjawabkan temuan risetnya. Dengan fokus pada dunia pendidikan usia dini, ia mengusung judul penelitian yang sangat relevan, yakni “Analisis Komunikasi Interpersonal Guru dan Anak dalam Meningkatkan Nilai Agama dan Budi Pekerti Pada PAUD Cening Bagus di Kota Denpasar”. Diberikan alokasi waktu pemaparan yang efektif selama 15 menit, promovenda mempresentasikan hasil analisis data dan temuan observasinya secara komprehensif di hadapan para pakar.
Melalui perspektif Ilmu Komunikasi Hindu, riset ini membedah secara mendalam bagaimana pola komunikasi interpersonal antara pendidik dan anak didik menjadi kunci utama pembentukan karakter. Ni Wayan Sukardi menyoroti efektivitas metode pendekatan guru di PAUD Cening Bagus yang tidak sekadar mentransfer pengetahuan akademik, melainkan turut menanamkan benih nilai-nilai keagamaan dan budi pekerti luhur dengan bahasa yang mudah diterima anak. Temuan ini dinilai amat strategis sebagai rujukan dan model bagi institusi pendidikan lainnya dalam membangun iklim komunikasi yang humanis.
Usai menjabarkan hasil penelitiannya secara membumi, ketajaman analisis promovenda langsung diuji keabsahannya. Persidangan berlanjut pada sesi tanya jawab yang secara otomatis memantik dinamika dan dialektika intelektual di dalam ruang sidang. Pada fase kristalisasi gagasan ini, Ni Wayan Sukardi dituntut untuk mampu merasionalisasi validitas temuan datanya, mempertahankan metodologi observasi yang digunakan, hingga menyerap berbagai masukan konstruktif demi kesempurnaan naskah disertasinya kelak.
Kelayakan dan kedalaman naskah hasil penelitian ini dikawal serta dikuliti secara kritis oleh tujuh dewan penguji yang merupakan deretan guru besar dan pakar keilmuan di lingkungan UHN Sugriwa. Barisan akademisi yang hadir menyidang dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., berserta Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., MA., Dr. I Gst. Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si., dan Dr. Drs. I Wayan Darna, M.Pd. Formasi tim penguji kian solid dengan hadirnya Dr. Drs. I Ketut Tanu, M.Si., Prof. Dr. Ni Komang Sutriyanti, S.Ag., M.Pd.H., serta Prof. Dr. Ida Ayu Tary Puspa, S.Ag., M.Par., yang silih berganti mencecar mahasiswi namun sukses direspons dengan argumen yang rasional dan memuaskan.
Keberhasilan melampaui tahapan krusial Ujian Seminar Hasil ini menjadi landasan yang amat berharga bagi Ni Wayan Sukardi untuk mematangkan naskah disertasinya menuju ujian tertutup hingga promosi doktor. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis yang cemerlang ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan sinar suci dan kelancaran pada tahapan selanjutnya, sehingga kelak karya ilmiah ini dapat menjadi sumbangsih nyata dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga mulia dalam budi pekerti. -(tupasca) #pascaHEBAT
