Kupas Strategi Komunitas BumiKita Bebaskan Bali dari Sampah Plastik, Nyoman Mahardika Raih Doktor Cum Laude UHN Sugriwa
Denpasar – Penanganan krisis sampah plastik di Bali menuntut pendekatan ekologis yang tidak hanya mengandalkan gerakan fisik, melainkan juga strategi komunikasi kebudayaan berbasis nilai-nilai spiritual. Sinergi antara aksi nyata cleanup dengan internalisasi kearifan lokal Hindu menjadi kunci penggerak kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kesucian alam (palemahan). Merespons urgensi pelestarian lingkungan yang berkelanjutan tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali mencetak akademisi unggul yang sukses membedah strategi komunikasi lingkungan di tataran doktoral.
Momen puncak pencapaian akademik ini berlangsung dalam Sidang Ujian Terbuka Disertasi oleh promovendus atas nama Nyoman Mahardika pada Senin (03/08/2026). Bertempat di Aula Pascasarjana UHN Sugriwa Denpasar, Nyoman Mahardika tampil meyakinkan saat mempertahankan karya riset puncaknya yang berjudul “STRATEGI KOMUNIKASI GERAKAN BALI BEBAS SAMPAH PLASTIK BERBASIS AKSI CLEANUP DAN KEARIFAN LOKAL HINDU (STUDI PADA KOMUNITAS BUMIKITA)”. Ujian terbuka ini sekaligus menorehkan sejarah baru bagi lembaga, secara sah mendaulatnya sebagai lulusan Doktor Ilmu Komunikasi Hindu ke-5 di lingkungan kampus tersebut.
Dalam sesi pemaparan taktis berdurasi 15 menit, Nyoman Mahardika menguraikan bagaimana Komunitas BumiKita berhasil memadukan kampanye aksi cleanup dengan ajaran kearifan lokal Hindu seperti Sad Kerthi dan Tri Hita Karana. Ia menjelaskan bahwa pola komunikasi yang digunakan tidak hanya menyampaikan pesan persuasif secara eksternal, tetapi juga membangun kesadaran spiritual bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari perwujudan yadnya dan kepedulian terhadap bumi. Model komunikasi ini terbukti efektif mendorong partisipasi aktif pemuda dan masyarakat lokal secara konsisten.
Konstruksi teori komunikasi ekologi dan temuan empiris yang ditawarkan kemudian diuji secara mendalam dalam sesi tanya jawab. Sidang akademik ini dipimpin dan diuji langsung oleh jajaran dewan pakar, di antaranya Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum, Dr. I Gede Suwantana, M.Ag, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, serta Prof. Dr. I Gst. Pt. Bagus Suka Arjawa, M.Si. Para penguji secara kritis menelisik efektivitas pesan dan keberlanjutan model komunikasi berbasis komunitas tersebut di lapangan.
Pendalaman materi disertasi kian dinamis dengan rentetan sanggahan akademik dari jajaran penguji ahli lainnya, yakni Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., MA, Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H, Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, MA, dan Dr. Pande Wayan Renawati, SH, M.Si. Ketenangan mental, kelugasan bertutur, serta ketajaman argumen ilmiah membuat Nyoman Mahardika sukses menjawab seluruh pertanyaan dewan penguji dengan sangat memuaskan. Atas kualitas riset aplikatif dan performa cemerlangnya di ruang sidang, dewan penguji sepakat menganugerahkan kelulusan dengan predikat tertinggi, yaitu Dengan Pujian (Cum Laude).
Segenap pimpinan, jajaran dosen, dan keluarga besar Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghaturkan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas raihan gelar Doktor Ilmu Komunikasi Hindu ini. Semoga penganugerahan gelar keilmuan ini senantiasa dibimbing oleh cahaya suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta hasil riset ini dapat diimplementasikan secara nyata sebagai panduan komunikasi ekologis dalam mewujudkan Bali yang bersih, lestari, dan harmonis berlandaskan kearifan lokal.-(tupasca)
