| | |

Raih Predikat Pujian, Dr. I Gd. Dedy Diana Putra Sah Jadi Doktor ke-180 Pascasarjana UHN Sugriwa

Denpasar – Kehidupan sosioreligius masyarakat perkotaan modern terus mengalami pergeseran masif seiring dengan derasnya arus globalisasi, kemajuan digital, dan tingginya mobilitas penduduk urban. Di tengah kompleksitas kota metropolitan seperti Denpasar, cara umat beragama mengekspresikan spiritualitasnya kini bertransformasi ke arah yang lebih praktis, rasional, namun tetap mempertahankan identitas kultural yang sakral. Merespons fenomena sosiologi agama kontemporer tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar sidang akademik tertinggi guna membedah bagaimana masyarakat perkotaan beradaptasi merawat tradisi di era modern.

Adalah I Gd. Dedy Diana Putra, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Agama, yang sukses mempertahankan hasil penelitian puncaknya dalam Ujian Terbuka Disertasi pada Kamis (04/06/2026). Bertempat di ruang ujian Program S3 Doktor Ilmu Agama, ia memaparkan secara lugas draf risetnya yang bertajuk “Dinamika Keagamaan Urban Kontemporer Pada Masyarakat Kota Denpasar”. Sidang akademik terbuka ini menjadi momentum krusial yang memotret realitas pola pikir, pergeseran ritus komunal menjadi personal, serta terbentuknya ruang-ruang spiritualitas baru di tengah kepungan gaya hidup masyarakat perkotaan saat ini.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Dedy Diana Putra menjelaskan bahwa ekspresi keagamaan urban kontemporer di Kota Denpasar menunjukkan adanya dualitas menarik antara komodifikasi dan purifikasi ajaran. Melalui kacamata teologi dan sosiologi agama, ia membedah bagaimana masyarakat perkotaan menyiasati keterbatasan ruang dan waktu dengan memanfaatkan efisiensi teknologi, tanpa sedikit pun mengurangi substansi nilai ketuhanan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Langkah riset ini berhasil merumuskan model adaptasi keagamaan baru yang inklusif, tegar menghadapi perubahan zaman, sekaligus mampu menjaga stabilitas keharmonisan sosial horizontal antar-krama kota.

Ketajaman visi serta argumentasi ilmiah Dedy dalam meretas realitas siber dan kultural ini diuji secara komprehensif oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat prestisius. Hadir sebagai barisan penguji utama, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, serta Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag. Sesi tanya jawab akademik berlangsung sangat dinamis, di mana para guru besar secara kritis menguliti ketepatan metodologi kualitatif-fenomenologis serta kontribusi teoretis baru yang ditawarkan promovendus bagi perkembangan sosiologi agama Hindu di Bali.

Kualitas pertanggungjawaban disertasi monumental ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta sanggahan intensif bersama jajaran dewan pakar lainnya, yaitu Dr. Dewa Ketut Wisnawa, S.Sn., M.Ag, Dr. I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H, Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., MA, Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si, dan Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, S.Pd., M.Pd. Ketenangan dan ketangkasan ilmiah yang ditunjukkan Dedy Diana Putra dalam menjawab setiap pertanyaan sukses memukau seisi ruangan. Atas performa akademiknya yang luar biasa, dewan penguji sepakat menetapkan beliau berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Agama ke-180 bagi Pascasarjana UHN Sugriwa dengan predikat kelulusan Pujian (Cum Laude).

Keberhasilan dalam ujian terbuka ini menjadi capaian puncak yang membanggakan, sekaligus mengukuhkan posisi Dr. I Gd. Dedy Diana Putra, S.Ag., M.Ag., di barisan intelektual muda Hindu Nusantara. Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menghaturkan ucapan selamat yang paling mendalam serta mendoakan agar gelar tertinggi ini senantiasa membawa berkah dan tuntunan luhur dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga seluruh buah pemikiran spiritual yang tertuang dalam disertasi ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu teologi kontemporer, serta menjadi acuan ilmiah yang menginspirasi umat dalam merawat marwah keasrian agama di tengah dinamika perubahan zaman. -(tupasca)

Berita Terkait