|

Strategi Branding Desa Wisata: Mahasiswa Doktor UHN Sugriwa Bedah Kekuatan Komunikasi Berbasis Kearifan Lokal

Denpasar – Di tengah ketatnya persaingan destinasi global, kekuatan identitas lokal menjadi kunci utama dalam menarik minat wisatawan. Menanggapi tantangan tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menghadirkan riset strategis yang membedah pola komunikasi pemasaran berbasis nilai-nilai budaya Bali.

Adalah Luh Linna Sagitarini, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi Hindu, yang sukses menjalani tahapan krusial dalam karir akademiknya melalui Ujian Seminar Hasil Disertasi pada Rabu (06/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program Pascasarjana, ia memaparkan hasil penelitiannya yang bertajuk “Kajian Integrated Marketing Communication Berbasis Kearifan Lokal Dalam Membangun Brand Awareness Destinasi Desa Wisata di Bali”. Riset ini dinilai sangat relevan dalam upaya memperkuat posisi desa wisata sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Bali.

 

Dalam sesi pemaparan taktis selama 15 menit, Luh Linna menjelaskan bagaimana integrasi komunikasi pemasaran (Integrated Marketing Communication) yang dipadukan dengan kearifan lokal mampu menciptakan citra destinasi yang autentik. Menurutnya, desa wisata di Bali memiliki potensi unik yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga penggunaan nilai budaya sebagai ruh komunikasi pemasaran akan mempercepat terbangunnya kesadaran merek (brand awareness) yang kuat di benak wisatawan mancanegara maupun domestik.

Ketajaman analisis Luh Linna diuji langsung oleh jajaran dewan penguji pakar yang dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par. Diskusi akademik berlangsung dinamis, di mana para penguji menggali lebih dalam mengenai model komunikasi yang paling efektif untuk diimplementasikan di tingkat desa tanpa merusak tatanan sosial budaya yang ada. Masukan dari dewan penguji menekankan pentingnya kolaborasi antara pengelola destinasi dan teknologi digital dalam menyampaikan pesan-pesan kearifan lokal tersebut.

Sesi tanya jawab yang berlangsung intensif menjadi momentum bagi Luh Linna untuk mempertahankan validitas temuannya di lapangan. Keberhasilan seminar hasil ini menandai kematangan riset yang dilakukan, serta kesiapan mahasiswa untuk melangkah ke tahapan ujian akhir. Riset ini diharapkan tidak hanya menjadi tumpukan dokumen akademik, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi para pengelola desa wisata di seluruh Bali dalam mempromosikan wilayah mereka secara lebih profesional dan bermartabat.

Penyelenggaraan ujian ini mempertegas posisi UHN I Gusti Bagus Sugriwa sebagai institusi yang konsisten melahirkan pemikiran-pemikiran segar bagi kemajuan pariwisata budaya di Indonesia. Teriring doa dan harapan terbaik, semoga hasil riset ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian destinasi desa wisata di Bali serta menjadi inspirasi bagi pengembangan ilmu komunikasi Hindu yang inovatif. Selamat atas pencapaian gemilang ini! -(tupasca)

Berita Terkait