|

Perkuat Karakter Siswa Lewat Tri Hita Karana, Mahasiswa S2 Pascasarjana UHN Sugriwa Bedah Pola Pendidikan di SMPN 1 Semarapura

Denpasar– Krisis karakter di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan saat ini. Merespons hal tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menghadirkan riset mendalam yang mengintegrasikan nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan modern guna membentuk pribadi siswa yang unggul dan berbudi pekerti luhur.

Adalah Ni Luh Candy Pendiasari, mahasiswa Program Magister (S2) Dharma Acarya, yang sukses mempertahankan proposal tesisnya dalam ujian yang berlangsung pada Rabu (06/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program Pascasarjana, ia memaparkan rencana penelitian strategis berjudul “Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Murid Di SMP Negeri 1 Semarapura Kabupaten Klungkung”. Riset ini bertujuan untuk menggali sejauh mana konsep keharmonisan Hindu mampu menjadi fondasi utama dalam pembentukan mentalitas siswa di sekolah.

Dalam pemaparan lugas selama 15 menit, Candy menjelaskan bahwa Tri Hita Karana bukan sekadar teori filosofis, melainkan instrumen praktis yang sangat efektif untuk memperkuat karakter siswa. Melalui hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan, pola pendidikan karakter di SMPN 1 Semarapura diharapkan dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial dan kepedulian lingkungan yang tinggi.

Diskusi akademik berlangsung dinamis di bawah pengujian ketat dewan penguji yang dihadiri oleh Dr. Gek Diah Desi Sentana, SS.,M.Hum. Dalam sesi tanya jawab, dewan penguji menelisik lebih jauh mengenai metodologi dan orisinalitas pendekatan yang akan digunakan Candy dalam mengukur keberhasilan penguatan karakter tersebut. Masukan strategis diberikan guna memastikan penelitian ini memiliki dampak nyata bagi pengembangan mutu pendidikan di Kabupaten Klungkung.

Sesi ujian ini menjadi langkah awal yang krusial bagi Candy dalam menempuh perjalanan akademiknya di jenjang S2. Ketangkasannya dalam menjawab setiap pertanyaan menunjukkan kesiapan mental dan penguasaan materi yang matang. Riset ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah bagi para praktisi pendidikan untuk kembali menengok kearifan lokal sebagai solusi dalam menghadapi tantangan degradasi moral di era globalisasi.

Keberhasilan seminar proposal ini mempertegas komitmen UHN I Gusti Bagus Sugriwa dalam melahirkan akademisi yang peka terhadap isu-isu sosial dan pendidikan. Teriring doa dan harapan terbaik, semoga proses penelitian ke depannya diberikan kelancaran hingga tahap akhir ujian tesis. Raihan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Hindu tetap relevan dan menjadi pilar penting dalam mencetak generasi emas Indonesia yang berkarakter. -(tupasca)

Berita Terkait