Ujian Kualifikasi Disertasi S3 UHN Sugriwa: Kupas Nilai Buddhis dalam Praktik Mindfulness dan Storytelling di Vihara Buddha Warman Padang
Denpasar – Ujian Kualifikasi Disertasi Program Studi S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar digelar pada Senin (02/03/2026) di ruang ujian program doktor. Kawanku, ujian ini diikuti oleh Muryadi Eko Priyanto dengan mengangkat disertasi berjudul “Nilai Buddhis dalam Praktek Mindfulness dan Storytelling Sebagai Media Komunikasi Religius dalam Pembentukan Saddha dan Karakter Peserta Didik (Studi Etnografi di Sekolah Minggu Buddhis Vihara Buddha Warman Padang)”.
Dalam pemaparannya selama 15 menit, Muryadi menjelaskan bahwa praktik mindfulness dan storytelling tidak sekadar metode pembelajaran, tetapi menjadi media komunikasi religius yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Buddhis. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi untuk menggali secara mendalam dinamika pembentukan saddha (keyakinan) dan karakter peserta didik di Vihara Buddha Warman.
Menurutnya, praktik kesadaran penuh (mindfulness) membantu peserta didik membangun kontrol diri, empati, dan ketenangan batin. Sementara itu, metode storytelling menghadirkan ajaran Buddhis secara kontekstual dan menyentuh aspek emosional, sehingga pesan moral lebih mudah dipahami dan diinternalisasi. Kombinasi keduanya dinilai mampu memperkuat komunikasi religius yang humanis dan transformatif.
Usai pemaparan, ujian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh dewan penguji yang berlangsung dinamis dan kritis. Hadir sebagai dewan penguji yakni Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum., Dr. Si Luh Nyoman Seriadi, S.Pd., S.Ag., M.Pd., Dr. Drs. I Ketut Tanu, M.Si., Dr. Ni Made Anggreni, S.Ag., M.Pd., serta Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., M.A. Berbagai masukan konstruktif diberikan untuk memperkuat kerangka teoretis, pendalaman analisis etnografis, serta relevansi penelitian dalam konteks komunikasi lintas agama.
Secara substansi, penelitian ini dinilai memiliki urgensi akademik dan sosial, terutama dalam memperkaya kajian komunikasi religius berbasis praktik spiritual. Di tengah tantangan degradasi karakter generasi muda, pendekatan yang menekankan kesadaran batin dan narasi bermakna menjadi alternatif strategis dalam pendidikan keagamaan.
Ujian kualifikasi ini menjadi tahapan penting sebelum melangkah ke penelitian disertasi yang lebih mendalam. Diharapkan, karya ilmiah ini tidak hanya memperkaya khazanah Ilmu Komunikasi Hindu, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai spiritual yang inklusif dan berkelanjutan. (tupasca)