|

Bedah Taktik Siaran Voks Radio Bali, Kadek Dwi Sukses Taklukkan Ujian Tesis S2 UHN Sugriwa

Denpasar – Kehadiran media baru di era konvergensi digital menjadi tantangan tersendiri bagi eksistensi industri radio siaran untuk mempertahankan pendengarnya. Merespons fenomena transformasi media tersebut melalui kajian akademis, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Ujian Tesis Penelitian untuk program S2 Ilmu Komunikasi Hindu. Sidang purnastudi yang bertujuan menguji kelayakan karya ilmiah mahasiswa ini dilangsungkan secara ketat pada Kamis (05/11/2026), bertempat di ruang ujian program S2 Ilmu Komunikasi Hindu.

Tampil ke mimbar akademik dengan kepercayaan diri dan penguasaan materi yang matang, mahasiswi pascasarjana atas nama Kadek Dwi Widyantari Utami bersiap mempresentasikan hasil riset lapangannya. Mengusung isu strategis di dunia penyiaran lokal, ia mengajukan tesis bertajuk “Strategi Komunikasi Interpersonal Penyiar Voks Radio Bali 102 FM Untuk Meningkatkan Interaktivitas Pendengar Di Era Konvergensi Media”. Diberikan alokasi waktu pemaparan taktis selama 15 menit, calon magister ini sukses menjabarkan matriks data dan temuan komunikasinya secara terstruktur di hadapan majelis sidang.

Melalui kacamata Ilmu Komunikasi Hindu, riset ini membedah secara mendalam bagaimana seorang penyiar radio dituntut memiliki kecakapan komunikasi interpersonal yang kuat untuk merangkul simpati pendengar. Kadek Dwi menyoroti taktik adaptasi yang dilakukan oleh Voks Radio Bali 102 FM, di mana pendekatan siaran yang intim, dua arah, dan personal menjadi kunci utama agar radio tetap relevan di tengah gempuran platform digital. Temuan lapangan ini dinilai amat esensial sebagai rujukan taktis bagi praktisi media massa dalam merawat loyalitas audiens di era modern.

Usai memaparkan konklusi penelitiannya yang sangat membumi dan aplikatif, ketajaman intelektual mahasiswi ini langsung diuji keabsahannya. Persidangan berlanjut pada sesi tanya jawab yang secara otomatis memantik dinamika serta dialektika akademis tingkat tinggi di dalam ruang sidang. Pada fase kristalisasi gagasan ini, Kadek Dwi dituntut untuk merasionalisasi validitas instrumen penelitiannya, mempertahankan landasan teori yang digunakan, serta membuktikan efektivitas strategi penyiaran yang telah dianalisisnya.

Kelayakan dan kedalaman naskah tesis ini dikawal serta dikuliti secara kritis oleh empat dewan penguji di lingkungan UHN Sugriwa. Barisan majelis penguji tersebut terdiri dari Dr. Dewa Ketut Wisnawa, S.Sn., M.Ag., dan Dr. Ni Made Anggreni, S.Ag., M.Pd. Formasi persidangan kian solid dengan hadirnya Dr. Ni Made Yuliani, S.Sos., M.Fil.H., serta Dr. I Gst Ngr Pertu Agung, S.Sn., M.Ag. Keempat akademisi ini silih berganti mencecar Kadek Dwi dengan pertanyaan tajam, yang sukses direspons dengan argumen rasional, analitis, dan sangat meyakinkan.

Keberhasilan melampaui tahapan krusial ujian tesis ini menjadi penanda pencapaian akademis yang luar biasa bagi Kadek Dwi Widyantari Utami untuk segera menyandang gelar magister secara paripurna. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditorehkan. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan sinar suci-Nya, dan kelak karya ilmiah ini dapat memberikan sumbangsih nyata dalam memajukan kualitas industri penyiaran radio di Bali. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait