Soroti Komunikasi Empatik Konseling Keluarga, Atik Jaya Putri Laju di Ujian Kualifikasi S3 UHN Sugriwa
Denpasar – Ketahanan dan keharmonisan keluarga di era modern sangat bergantung pada kualitas komunikasi yang terjalin antar anggotanya. Merespons rentannya konflik psikologis dalam ranah domestik ini, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menyelenggarakan Ujian Kualifikasi Disertasi Penelitian untuk program S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu. Sidang akademik yang bertujuan membedah inovasi resolusi konflik keluarga ini digelar secara ketat pada Selasa (20/10/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu.
Tampil ke mimbar akademik dengan persiapan konseptual yang sangat matang, mahasiswi doktoral atas nama Ni Putu Atik Jaya Putri bersiap mempresentasikan gagasan risetnya. Dengan penuh kebaruan, ia mengusung judul penelitian “Konstruksi Model Komunikasi Empatik Berbasis Nilai Tat Twam dalam Konseling Keluarga di Puspaga Kabupaten Gianyar”. Diberikan alokasi waktu pemaparan taktis selama 15 menit, promovenda sukses memetakan kegelisahan akademiknya serta membedah rancangan penelitian secara komprehensif di hadapan para pakar.
Melalui kacamata keilmuan Komunikasi Hindu, riset ini menyoroti urgensi penyelesaian persoalan rumah tangga melalui pendekatan yang humanis dan melegakan. Atik Jaya Putri membedah bagaimana implementasi filsafat agung Tat Twam Asi (Aku adalah Engkau) dapat dijadikan fondasi dasar dalam merajut model komunikasi yang penuh empati di Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Gianyar. Konstruksi model komunikasi ini dinilai amat strategis untuk mengembalikan kehangatan, menurunkan ego, dan menumbuhkan rasa saling pengertian yang kerap terkikis dalam dinamika konflik keluarga.
Usai menjabarkan kerangka risetnya yang solutif, ketajaman analisis promovenda langsung diuji melalui sesi tanya jawab yang menguras ketangkasan berpikir. Kelayakan gagasan akademik ini dikawal dan dikuliti secara menyeluruh oleh lima dewan penguji yang terdiri dari deretan pakar keagamaan, psikologi, dan ilmu komunikasi. Barisan akademisi andal yang hadir menyidang naskah tersebut adalah Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., MA., Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., dan Dr. I Gede Suwantana, M.Ag.
Formasi dewan penguji di dalam ruang sidang kian solid dengan hadirnya Dr. Drs. I Wayan Nerta, M.FOr., serta Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H. Kelima dewan pakar tersebut silih berganti mencecar Atik Jaya Putri dengan rentetan pertanyaan kritis guna memvalidasi instrumen konstruksi model komunikasi, metodologi pendekatan konseling, hingga tantangan aplikasi nyata dari empati berbasis Tat Twam Asi di masyarakat. Berbekal penguasaan literatur yang mendalam, mahasiswi sukses merespons setiap sanggahan dan menyerap ragam masukan dengan argumen yang sangat rasional, taktis, serta meyakinkan.
Keberhasilan melampaui tahapan krusial ujian kualifikasi ini menjadi landasan yang esensial bagi Ni Putu Atik Jaya Putri untuk segera melangkah ke tahap penggalian data lapangan di Kabupaten Gianyar. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis tahap awal yang gemilang ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan sinar suci dan tuntunan-Nya dalam proses perampungan disertasi, sehingga kelak karya luhur ini mampu memberikan sumbangsih nyata dalam mewujudkan ketahanan dan keharmonisan keluarga di Nusantara. -(tupasca) #pascaHEBAT
