|

Cegah Alih Fungsi Lahan Subak Ceking, Bagus Ade Mantap Lalui Ujian Kualifikasi S3 UHN Sugriwa

Denpasar – Ancaman masifnya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan komersial di Bali membutuhkan penanganan serius dari berbagai multidisiplin ilmu. Merespons krisis ekologi dan budaya tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menyelenggarakan Ujian Kualifikasi Disertasi Penelitian untuk jenjang S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu. Sidang akademik yang menguji ketajaman gagasan dan kebaruan riset ini dilangsungkan secara ketat pada Senin (19/10/2026), bertempat di ruang ujian khusus program S3 Doktor Ilmu Komunikasi Hindu.

Tampil ke mimbar akademik dengan persiapan matang, mahasiswa doktoral atas nama Bagus Ade Tegar Prabawa bersiap mempresentasikan rancangan penelitiannya. Mengusung isu krusial yang tengah dihadapi sektor agraris Bali, ia mempresentasikan proposal bertajuk “Pemberdayaan Subak Ceking dalam Menekan Alih Fungsi Lahan Dikaji dari Ilmu Komunikasi Hindu”. Diberikan alokasi waktu pemaparan selama 15 menit, promovendus merangkum intisari kegelisahan akademiknya secara komprehensif di hadapan para Penguji.

Melalui kacamata Ilmu Komunikasi Hindu, riset ini berupaya membedah strategi komunikasi dan edukasi kultural dalam memberdayakan krama (anggota) Subak Ceking. Bagus Ade menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi yang humanis dan religius untuk membentengi para petani dari godaan alih fungsi lahan yang menggiurkan akibat derasnya arus pariwisata. Penelitian ini diharapkan tidak sekadar menjadi kajian teoretis, melainkan dapat melahirkan model komunikasi strategis guna menyelamatkan tata ruang dan warisan sistem pengairan tradisional Bali tersebut.

Usai memaparkan konstruksi pemikirannya yang sangat membumi, ketajaman analisis promovendus langsung diuji keabsahannya. Sesi persidangan dilanjutkan dengan agenda tanya jawab yang secara otomatis memantik dialektika dan tensi intelektual di dalam ruangan. Kelayakan draf penelitian ini dikawal dan dikuliti secara menyeluruh oleh dewan penguji yang terdiri dari deretan pakar komunikasi, pariwisata, dan keagamaan di lingkungan UHN Sugriwa, dengan menghadirkan Dr. I Gst. Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par., dan Prof. Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag.

Formasi dewan penguji tersebut kian solid dengan kehadiran Dr. Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, S.Ag., M.Si., serta Dr. I Made Arsa Wiguna, Sst.Par., M.Pd.H. Kelima penguji silih berganti mencecar Bagus Ade dengan rentetan pertanyaan kritis guna memvalidasi instrumen penelitian, metodologi penggalian data di lapangan, hingga merasionalisasi efektivitas strategi komunikasi yang ditawarkan. Berbekal penguasaan materi yang mumpuni, promovendus sukses merespons setiap sanggahan dan menyerap masukan penguji dengan argumen yang rasional serta meyakinkan.

Lolosnya tahapan krusial ujian kualifikasi ini menjadi pijakan yang amat esensial bagi Bagus Ade Tegar Prabawa untuk segera melangkah ke tahap riset lapangan di kawasan Ceking. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis tahap awal yang membanggakan ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kelancaran dalam penyusunan disertasi, sehingga kelak karya luhur ini mampu memberikan sumbangsih nyata dalam menjaga keajegan lahan pertanian dan kelestarian Subak di Bali. -(tupasca) #pascaHEBAT

Berita Terkait