Bedah Teologi Lontar Gong Besi, I Wayan Wira Mantap Lalui Ujian Kualifikasi S3 UHN Sugriwa
Denpasar – Naskah kuno Nusantara, khususnya lontar di Bali, bukanlah sekadar lembaran usang peninggalan masa lampau, melainkan detak jantung yang menyimpan ajaran teologi luhur leluhur. Berangkat dari semangat menggali kekayaan susastra dan tradisi tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menyelenggarakan Ujian Kualifikasi Disertasi Penelitian untuk jenjang S3 Doktor Ilmu Agama. Sidang akademik yang menguji kebaruan rancangan riset ini dilangsungkan dengan khidmat pada Selasa (13/10/2026), bertempat di ruang ujian program S3 Doktor Ilmu Agama.
Tampil ke mimbar akademik dengan persiapan yang matang, mahasiswa doktoral atas nama I Wayan Wira bersiap untuk mempertanggungjawabkan kerangka pemikiran puncaknya. Dengan tajam, ia mengusung judul penelitian yang memadukan kajian filologi dan sosiologi agama, yakni “Kajian Teologi Hindu Dalam Teks Lontar Gong Besi Dan Konteks Upacara Keagamaan Pada Masyarakat Di Desa Adat Kawan Kecamatan Bangli”. Diberikan alokasi waktu pemaparan taktis selama 15 menit, promovendus merangkum intisari kegelisahan akademiknya secara komprehensif di hadapan para pakar.
Melalui kacamata teologi Hindu, riset I Wayan Wira berupaya membongkar makna filosofis yang tersirat di dalam teks Lontar Gong Besi. Lebih dari sekadar kajian teks, penelitian ini menyoroti bagaimana ajaran luhur dalam lontar tersebut diaktualisasikan dan direpresentasikan secara nyata dalam denyut nadi upacara keagamaan masyarakat Desa Adat Kawan, Kabupaten Bangli. Pendekatan akademik ini dinilai sangat strategis sebagai upaya melestarikan warisan literatur kuno sekaligus menjaga keajegan praktik ritual di tengah arus modernisasi.
Usai memaparkan konstruksi pemikirannya yang sangat membumi, ketajaman analisis promovendus langsung diuji keabsahannya. Sesi persidangan dilanjutkan dengan agenda tanya jawab yang secara otomatis memantik dialektika dan tensi intelektual di dalam ruangan. Kelayakan draf penelitian ini dikawal dan dikuliti secara komprehensif oleh lima dewan penguji yang terdiri dari deretan akademisi, filolog, dan guru besar andal di lingkungan UHN Sugriwa.
Jajaran dewan pakar yang bertugas menyidang gagasan riset ini adalah Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si., Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag., dan Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA. Formasi penguji kian solid dengan kehadiran Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag., serta Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum. Kelima akademisi tersebut silih berganti mencecar I Wayan Wira dengan rentetan pertanyaan kritis guna memvalidasi instrumen bedah teks, metodologi penggalian data lapangan, hingga relevansi nilai teologis lontar tersebut di era kekinian, yang sukses dijawab dengan argumen rasional dan meyakinkan oleh mahasiswa.
Lolosnya tahapan krusial ujian kualifikasi ini menjadi fondasi yang amat esensial bagi I Wayan Wira untuk segera melangkah ke tahap penggalian data dan penelitian lapangan secara lebih mendalam. Segenap unsur pimpinan, jajaran dewan penguji, beserta keluarga besar civitas akademika Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas pencapaian akademis tahap awal yang cemerlang ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan sinar suci dan kelancaran dalam proses penyusunan disertasi, sehingga kelak karya luhur ini mampu menjadi rujukan berharga bagi kelestarian susastra dan tradisi keagamaan Hindu di Nusantara. -(tupasca) #pascaHEBAT
