|

Solusi Ritual Masyarakat Urban, Mahasiswa S2 UHN Sugriwa Ayu Candra Dewi Teliti Peran Pasraman Taman Bhuwana Santi

Denpasar – Dinamika perubahan sosial budaya di Bali kontemporer sering kali membawa dampak signifikan terhadap pola pelaksanaan ritual keagamaan masyarakat, khususnya dalam ruang urban yang serba praktis. Keterbatasan ruang, waktu, dan tenaga di era modern menuntut adanya alternatif institusi keagamaan yang mampu memfasilitasi upacara tanpa mengurangi nilai kesucian tradisi leluhur. Merespons fenomena pergeseran sosioreligius tersebut, Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar ujian akademik strategis guna mengupas tuntas peran sentral pasraman modern dalam mengawal pelaksanaan ritual sakral Hindu.

Adalah Putu Ayu Candra Dewi, mahasiswa Program Magister (S2) Brahma Widya, yang sukses memaparkan hasil penelitiannya dalam Ujian Pra Tesis/Seminar Hasil Penelitian pada Selasa (26/05/2026). Bertempat di ruang ujian Program S2 Brahma Widya, ia mempertahankan draf riset mendalamnya yang bertajuk “Eksistensi Pasraman Taman Bhuwana Santi Sebagai Tempat Pelaksanaan Upacara Manusa Yadnya Dalam Dinamika Perubahan Sosial Budaya”. Riset ini dinilai sangat kontekstual dan relevan karena memotret langsung fungsi adaptif sebuah pasraman sebagai solusi ruang ritual di tengah kompleksitas kehidupan masyarakat saat ini.

Dalam pemaparan taktis selama 15 menit, Candra Dewi menjelaskan bahwa kehadiran Pasraman Taman Bhuwana Santi memiliki kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan upacara Manusa Yadnya—seperti ritual bayi lahir, potong gigi (mepandes), hingga pernikahan. Melalui kacamata ilmu Brahma Widya, ia membedah bagaimana pasraman ini tidak sekadar berfungsi sebagai penyedia tempat fisik, melainkan bertindak sebagai wadah edukasi teologis yang memberikan pemahaman esensial mengenai makna upacara kepada umat. Langkah ini dinilai sebagai bentuk strategi kebudayaan yang cerdas agar pelaksanaan yadnya tetap berjalan khidmat dan efisien di tengah arus sekularisasi perkotaan.

Ketajaman analisis Candra Dewi dalam merajut kaitan antara institusi keagamaan alternatif dan sosiologi ritual ini diuji secara ketat oleh jajaran dewan penguji pakar yang sangat kredibel. Hadir sebagai penguji utama, Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si, bersama Dr. I Nyoman Piartha, S.Ag., M.Fil.H, secara kritis menelisik ketepatan pendekatan fenomenologi serta batasan perubahan sosial yang digunakan peneliti. Sesi diskusi akademik berlangsung sangat dinamis, membedah sejauh mana standarisasi pelaksanaan upacara di pasraman mampu mempertahankan keaslian tatanan sastra agama Hindu di Bali.

Kualitas pelaporan hasil penelitian ini semakin dipertajam melalui masukan strategis serta tanya jawab intensif bersama Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd dan Dr. I Gede Suwantana, M.Ag. Para dewan pakar memberikan arahan penting mengenai penguatan aspek pedagogi religius dan implikasi filosofis dari eksistensi pasraman agar draf tesis ini mampu menjadi literatur ilmiah yang kokoh dan aplikatif. Sesi tanya jawab tersebut menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk mempertahankan argumentasi ilmiahnya, sekaligus menyempurnakan draf dokumen hasil risetnya berdasarkan standar baku karya magister yang kredibel.

Keberhasilan dalam seminar hasil penelitian ini menjadi batu pijakan awal yang mantap bagi Putu Ayu Candra Dewi untuk menuntaskan studinya demi meraih gelar Magister Agama (M.Ag). Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar senantiasa mendoakan dan berharap agar seluruh proses penyempurnaan tesis ini ke depan diberikan kelancaran serta senantiasa dalam tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya ilmiah yang dilahirkan dari riset ini mampu memberikan sumbangsih yang agung bagi perkembangan ilmu teologi sosioreligius Hindu Nusantara, serta menjadi acuan literatur yang berharga dalam merawat keasrian tradisi di tengah arus perubahan zaman. -(tupasca)

Berita Terkait