Digitalisasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal, Mahasiswa S3 UHN Sugriwa Bedah Media ‘WAinar’ di PNB
Denpasar – Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali mempertegas perannya dalam melahirkan inovasi akademik di era digital. Hal ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Ujian Proposal Disertasi yang mengeksplorasi integrasi teknologi media dengan filosofi lokal dalam dunia pendidikan tinggi.
Mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi Hindu, Putu Gde Sukarata, menjalani ujian krusial tersebut pada Kamis (2/4/2026). Bertempat di Ruang Ujian Program Pascasarjana, Putu Gde memaparkan draf risetnya yang berjudul “Eksplorasi Komunikasi Pembelajaran Mahasiswa Berbantuan Media WAinar Berbasis Tri Hita Karana di Politeknik Negeri Bali”. Riset ini menjadi sorotan karena mencoba menggabungkan efektivitas media komunikasi digital dengan nilai-nilai luhur Bali.
Dalam sesi pemaparan selama 15 menit, Putu Gde menjelaskan bagaimana platform WAinar dimanfaatkan sebagai jembatan komunikasi pembelajaran di Politeknik Negeri Bali (PNB). Uniknya, riset ini tidak hanya fokus pada sisi teknis, tetapi juga menanamkan konsep Tri Hita Karana (Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan) ke dalam interaksi digital mahasiswa, guna menciptakan ekosistem belajar yang seimbang dan harmonis.
![]()
Ketajaman visi Putu Gde diuji langsung oleh dewan penguji yang terdiri dari para pakar senior. Hadir dalam sidang tersebut Prof. Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par, bersama Dr. Dewa Ketut Wisnawa, S.Sn., M.Ag, dan Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., MA. Para penguji memberikan sorotan pada metodologi dan efektivitas pesan komunikasi yang disampaikan melalui media tersebut agar benar-benar memberikan dampak signifikan bagi dunia pendidikan.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan tambahan masukan kritis dari Dr. Drs. I Nyoman Temon Astawa, M.Pd, Dr. Heny Perbowosari, S.Ag., M.Pd, Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag, serta Dr. Drs. I Ketut Tanu, M.Si. Diskusi mendalam tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa model komunikasi pembelajaran yang ditawarkan dapat menjadi role model bagi kampus lain dalam menerapkan teknologi tanpa meninggalkan identitas budaya.
Ujian proposal ini menandai langkah awal yang mantap bagi Putu Gde Sukarata menuju tahapan penelitian lapangan. Diharapkan, disertasi ini nantinya tidak hanya menjadi tumpukan dokumen akademik, melainkan solusi nyata bagi pengembangan komunikasi instruksional yang berkarakter di Bali. Teriring doa terbaik, semoga proses riset selanjutnya senantiasa berjalan lancar dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta kelestarian nilai-nilai budaya Hindu.(tupasca)