|

Ujian Kualifikasi Disertasi Doktor UHN Sugriwa Zen Prasetya Angkat Moderasi Beragama di Pangkalpinang

Denpasar – Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menggelar Ujian Kualifikasi Disertasi Program Doktor Ilmu Agama pada Rabu, 26 Maret 2026. Ujian dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh mahasiswa atas nama Zen Prasetya Wirya dengan mengangkat judul penelitian “Moderasi Beragama dalam Konteks Sosial (Upaya Mewujudkan Kehidupan Beragama yang Harmonis di Kota Madya Pangkalpinang)”.

Dalam pelaksanaan ujian, promovendus diberikan kesempatan memaparkan hasil kajian selama 15 menit. Zen Prasetya Wirya menjelaskan pentingnya moderasi beragama sebagai landasan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di wilayah Pangkalpinang yang dikenal dengan pluralitas budaya dan agama.

Penelitian ini menyoroti bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep normatif, melainkan praktik sosial yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan keseimbangan dalam beragama menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial serta mencegah potensi konflik di tengah masyarakat multikultural.

Usai pemaparan, ujian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh dewan penguji. Berbagai pertanyaan kritis dan konstruktif disampaikan guna menguji kedalaman teori, metodologi, serta relevansi penelitian terhadap dinamika sosial keagamaan saat ini. Diskusi berlangsung interaktif dan menunjukkan kualitas akademik yang kuat dalam pengembangan kajian ilmu agama.

Adapun dewan penguji yang hadir dalam ujian ini yakni Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H; Dr. I Made Dian Saputra, SS., M.Si; Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag; Dr. I Ketut Wisarja, S.Ag., M.Hum; serta Dr. I Ketut Wardana Yasa, SE., M.Fil.H.

Melalui ujian kualifikasi ini, diharapkan penelitian yang diangkat mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di Indonesia. Kajian ini menjadi penting sebagai upaya akademik dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis, damai, dan saling menghargai di tengah keberagaman, sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan sosial keagamaan secara ilmiah dan berkelanjutan. (tupasca)

Berita Terkait