|

Ujian Proposal Tesis S2 Dharma Acarya UHN Sugriwa: Strategi Pembiasaan Tanamkan Nilai Agama Sejak Dini

Denpasar – Ujian Seminar Proposal Tesis mahasiswa Program Studi S2 Dharma Acarya Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali digelar pada Senin (23/02/2026) di ruang ujian Pascasarjana, Denpasar. Pada kesempatan ini, Ni Made Griantari mempresentasikan proposal penelitiannya berjudul “Implementasi Metode Pembiasaan dalam Menanamkan Nilai Agama dan Budi Pekerti pada Anak Usia Dini di TK Tunas Harapan Desa Cepaka Kecamatan Kediri.” Ujian berlangsung dalam suasana akademik yang tertib dan penuh semangat ilmiah.

Dalam pemaparan selama 15 menit, Griantari menjelaskan bahwa metode pembiasaan menjadi salah satu strategi efektif dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Ia menggarisbawahi pentingnya proses berulang dan konsisten dalam menanamkan nilai agama dan budi pekerti, terutama pada masa emas perkembangan anak. Melalui penelitian ini, ia ingin melihat bagaimana praktik pembiasaan di lingkungan sekolah mampu membentuk sikap religius, disiplin, serta perilaku santun pada peserta didik.

Penelitian tersebut mengambil lokasi di TK Tunas Harapan Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, yang dinilai memiliki pola pembelajaran berbasis nilai keagamaan yang terstruktur. Fokus kajian diarahkan pada implementasi kegiatan rutin, keteladanan guru, serta budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter. Menurut Griantari, pendidikan agama dan budi pekerti tidak cukup diajarkan secara konseptual, tetapi perlu diinternalisasi melalui praktik nyata dalam keseharian anak.

Setelah sesi pemaparan, ujian dilanjutkan dengan tanya jawab oleh dewan penguji. Hadir dalam ujian tersebut yakni Dr. Dra. Ni Wayan Sariani Binawati, M.Ag., Dr. Si Luh Nyoman Seriadi, S.Pd., M.Pd., Dr. Heny Perbowosari, S.Ag., M.Ag., serta Dr. Ni Gusti Ayu Made Yeni Lestari, M.Pd. Para penguji memberikan sejumlah masukan terkait penguatan landasan teori pendidikan karakter, penajaman indikator keberhasilan pembiasaan, serta teknik pengumpulan data yang relevan dengan konteks anak usia dini.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis yang mengarah pada relevansi penelitian terhadap pengembangan pendidikan Dharma Acarya. Dewan penguji juga menekankan pentingnya konsistensi antara rumusan masalah, tujuan penelitian, serta instrumen observasi agar hasil penelitian nantinya mampu memberikan kontribusi akademik dan praktis bagi lembaga pendidikan anak usia dini.

Melalui ujian seminar proposal ini, diharapkan penelitian yang diangkat mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai pentingnya metode pembiasaan dalam membentuk generasi yang berkarakter religius dan berbudi pekerti luhur. Dengan penyempurnaan sesuai arahan dewan penguji, proposal ini diharapkan dapat berlanjut ke tahap penelitian lapangan dan menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususnya dalam penguatan nilai-nilai agama sejak usia dini.-Tupasca

Berita Terkait