Ujian Proposal Tesis S2 Ilmu Komunikasi Hindu UHN Sugriwa: Kupas Semiotika Pesan Moral Tradisi Sangkepan Bayi di Selulung
Denpasar – Ujian Seminar Proposal Tesis mahasiswa Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Hindu Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali digelar pada Senin (03/02/2026). Kali ini, mahasiswa atas nama I Made Mertawan memaparkan proposal penelitiannya yang berjudul “Komunikasi Semiotika Representasi Pesan Moral Tradisi Sangkepan Bayi di Desa Adat Selulung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.” Ujian berlangsung di ruang ujian program Pascasarjana dengan suasana akademik yang khidmat dan penuh antusiasme.
Dalam pemaparannya selama 15 menit, Mertawan menguraikan bagaimana tradisi Sangkepan Bayi tidak sekadar ritual adat, melainkan sarat simbol, tanda, dan makna yang merepresentasikan pesan moral dalam kehidupan masyarakat Hindu. Ia menekankan pendekatan semiotika sebagai pisau analisis untuk mengungkap makna-makna tersirat di balik simbol, gestur, dan rangkaian prosesi tradisi tersebut.
Penelitian ini berangkat dari realitas bahwa tradisi lokal sering kali dipahami sebatas seremoni, tanpa pembacaan mendalam terhadap nilai komunikasi yang dikandungnya. Melalui kajian semiotika, Mertawan berupaya mengurai bagaimana pesan moral—seperti tanggung jawab, kesucian, harmoni, dan nilai kekeluargaan—dikonstruksi dan diwariskan secara turun-temurun melalui praktik budaya masyarakat Desa Adat Selulung, Kintamani.
Usai pemaparan, ujian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dewan penguji. Hadir dalam kesempatan tersebut yakni Dr. I Gst. Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si., Dr. I Nyoman Alit Supandi, S.Ag., M.Pd.H., Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum., serta Dr. Ni Kadek Surpi, S.Pt., M.Fil.H. Para penguji memberikan sejumlah masukan konstruktif, terutama terkait penguatan kerangka teori semiotika, penajaman rumusan masalah, serta relevansi penelitian terhadap pengembangan Ilmu Komunikasi Hindu.
Diskusi berlangsung dinamis dan kritis, mencerminkan komitmen akademik Pascasarjana UHN Sugriwa dalam menjaga mutu penelitian mahasiswa. Beberapa catatan penting juga diarahkan pada metode pengumpulan data di lapangan agar mampu menggali makna simbolik secara lebih komprehensif dan kontekstual sesuai karakter masyarakat adat setempat.
Melalui ujian seminar proposal ini, diharapkan penelitian yang diangkat tidak hanya memperkaya khazanah akademik Ilmu Komunikasi Hindu, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian tradisi dan penguatan nilai moral berbasis kearifan lokal. Dengan fondasi metodologis yang semakin matang, proposal ini diharapkan dapat berlanjut ke tahap penelitian lapangan dan menghasilkan karya ilmiah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.
