| |

Penampilan UKM Tari Tabuh Ratna Saraswati dan UKM Pedalangan UHN Sugriwa Memukau Penonton Lewat Fragmen “I Sigir Jlema Tuah Asibak”

Denpasar – Penutupan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (28/2/2026), berlangsung meriah. UKM Tari Tabuh Ratna Saraswati dan UKM Pedalangan UHN Sugriwa sukses mencuri perhatian lewat fragmen tari bertajuk I Sigir Jlema Tuah Asibak.

Garapan ini mengangkat satua Bali tentang perjalanan hidup I Sigir, putra Bhatara Surya, yang sarat pesan moral dan spiritual. Sejak adegan pembuka, penonton diajak masuk ke suasana masatua Bali seorang ibu menasihati anak-anaknya agar tidak saling mengejek, terutama kepada mereka yang memiliki kekurangan.

Sebagai ilustrasi, sang ibu berkisah tentang I Sigir, anak yang terlahir berbeda setelah ibunya, Ni Ubuh, tanpa sengaja mengucapkan kata-kata kasar kepada Bhatara Surya. Kehamilan tanpa suami sempat membuat Ni Ubuh kebingungan, namun sabda suci menyatakan bahwa anak tersebut adalah anugerah, bukan aib.

I Sigir tumbuh dengan kondisi fisik yang tidak sempurna dan kerap menjadi bahan hinaan masyarakat. Namun, kasih sayang sang ibu membentuknya menjadi pribadi yang tangguh. Ketika mengetahui jati dirinya sebagai putra Bhatara Surya, ia melakukan perjalanan ke arah timur untuk memohon anugerah. Setelah menyucikan diri di pancuran suci dan menerima panugrahan, I Sigir bertransformasi menjadi pemuda tampan dan sakti.

Kesaktiannya kemudian digunakan untuk menolong sebuah kerajaan dari ancaman raksasa. Ia memenangkan sayembara dan memperoleh penghormatan. Dari yang sebelumnya dipandang rendah, I Sigir menjelma menjadi sosok mulia.

Fragmen ini menegaskan pesan bahwa di balik keterbatasan dapat tersembunyi kemuliaan. Ketulusan hati dan kekuatan batin menjadi kunci utama, selaras dengan tema Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026, Atma Kertih: Udiana Purnaning Jiwa—pemuliaan jiwa menuju kesempurnaan diri.

Sebanyak 100 penari dan penabuh terlibat dalam pementasan kolosal ini. Sutradara dan koreografer dipercayakan kepada I Gede Tilem Pastika, S.Sn., M.Sn., didampingi Sang Nyoman Adhi Santika, S.Sn., M.Sn. Komposisi musik digarap oleh Praptika Kamalia Jaya, S.Sn., M.Sn., bersama I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn.

Peran Ni Ubuh dibawakan oleh Dr. Gek Diah Desi Sentana, S.S., M.Hum., sementara tokoh raja diperankan oleh Made Gede Puasa, S.Sos.H., M.Fil.H. Karya ini juga mendapat dukungan penuh dosen dan mahasiswa UHN Sugriwa.

Sebagai karya puncak penutupan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026, pementasan ini turut disaksikan jajaran pejabat daerah Bali, termasuk Wayan Koster yang mengikuti pertunjukan dari awal hingga akhir. Tepuk tangan panjang menutup malam itu tanda bahwa pesan moral dan estetika pertunjukan benar-benar sampai ke hati penonton.(nas)

Berita Terkait