Menag RI Resmikan Fakultas Saintek UHN Sugriwa dan Perkuat Dialog Kerukunan di Bangli

Bangli, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Dialog Kerukunan Umat Beragama yang dirangkaikan dengan peresmian Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), bertempat di Auditorium Giri Prasta, kampus pusat Bangli, Senin (23/3/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang sekaligus memberikan pembinaan kepada pegawai serta meresmikan Fakultas Saintek.

Kedatangan Menteri Agama disambut oleh Rektor I Gusti Ngurah Sudiana bersama jajaran pimpinan, perwakilan Dirjen Bimas Hindu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, tokoh lintas agama, serta civitas akademika. Kehadiran Menteri Agama menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pendidikan keagamaan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama di lingkungan UHN Sugriwa. Ia juga memaparkan perjalanan historis kampus yang bermula dari Pendidikan Guru Agama Hindu Atas Bali Denpasar pada tahun 1959 di bawah naungan Yayasan Dwijendra, hingga bertransformasi menjadi universitas negeri pada tahun 2020. Saat ini, UHN Sugriwa memiliki dua lokasi kampus di Bangli dan Denpasar, serta telah meraih akreditasi unggul sejak tahun 2024.

Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa UHN Sugriwa kini memiliki empat fakultas, yakni Dharma Acarya, Brahma Widya, Dharma Duta, dan Fakultas Saintek yang diresmikan pada kesempatan ini, serta didukung oleh Program Pascasarjana. Selain itu, kampus juga tengah berproses membuka Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter, yang telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Dari total 25 program studi yang dikelola, sebanyak 40 persen telah terakreditasi unggul.

Dari sisi sumber daya, UHN Sugriwa didukung oleh 246 tenaga pendidik dan 104 tenaga kependidikan, dengan 19 di antaranya telah menyandang gelar Guru Besar. Berbagai capaian prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional terus diraih sebagai bagian dari komitmen menuju World Class University. Sementara itu, penguatan sarana prasarana juga dilakukan melalui berbagai dukungan hibah, termasuk pembangunan gedung layanan pendidikan, asrama mahasiswa, serta fasilitas pendukung lainnya.

Rektor juga menegaskan komitmen institusi dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama, khususnya melalui implementasi Kurikulum Cinta dan pelestarian lingkungan. Berbagai kegiatan nyata telah dilakukan, seperti penanaman pohon yang bernilai upakara serta pelestarian satwa langka bekerja sama dengan BKSDA. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk memohon arahan Menteri Agama guna memperkuat arah pengembangan UHN Sugriwa ke depan.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam arahannya menyampaikan bahwa peresmian Fakultas Saintek merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan ilmu agama dan sains. Menurutnya, keberadaan fakultas ini bukan sekadar penambahan program studi, tetapi juga menjadi pernyataan ideologis bahwa agama dan sains dapat berjalan beriringan.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan ilmuwan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan berkarakter. Fakultas Saintek diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang berilmu global, berkarakter lokal, serta berlandaskan nilai-nilai Dharma, sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Lebih lanjut, Menteri Agama juga mengingatkan pentingnya peran aparatur sipil negara dalam mengimplementasikan moderasi beragama melalui empat pilar utama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi. Hal ini dinilai penting dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ditutup dengan peresmian Fakultas Saintek melalui penandatanganan prasasti, yang dilanjutkan dengan penanaman pohon serta peninjauan lingkungan kampus oleh Menteri Agama bersama jajaran pimpinan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintah daerah, DPRD, TNI/Polri, FKUB, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. (tupasca)

Berita Terkait