PROMOSI DOKTOR PROGRAM DOKTOR ILMU AGAMA : I WAYAN NERTA

PROMOSI DOKTOR PROGRAM DOKTOR ILMU AGAMA : I WAYAN NERTA

Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Ujian Terbuka Desertasi Promosi Doktor Ilmu Agama atas nama I Wayan Nerta, Rabu, 10 Februari 2021.

Adapun judul desertasi yang dibawakan yaitu Implementasi Ajaran Yoga Kapamangkuan Di Pasraman Mulat Sarira Desa Adat Duda, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Pascasarjana dan dipimpin langsung oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag.

Promovendus I Wayan Nerta merupakan Doktor ke-85 Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Di dalam penelitiannya menjelaskan mengenai Yoga Kapamangkuan yang merupakan bentuk pelaksanaan ajaran yoga tantra bagi Pamangku yaitu sebuah pelaksanaan ajaran yoga yang dikaitkan dengan sadhana. Seorang Pamangku tidak saja dibutuhkan sehat jasmani tetapi juga sehat secara bathin atau rohani.

Pasraman Mulat Sarira Desa Adat Duda, merupakan wadah pendalaman ajaran Agama Hindu, salah satunya pendalaman ajaran kepemangkuan, seperti sikap duduk, sikap tangan dan pranayama (pengaturan nafas) dan mantra dilakukan bagi seorang Pemangku.

Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif bertujuan menganalisis Implementasi Ajaran Yoga Kepamangkuan di Pasraman Mulat Sarira. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Data terkumpul diverifikasi dianalisis dengan teori yang relevan yaitu Teori Struktural Fungsional, Teori Kesadaran (Consciousness) dan Teori Sosial Kebutuhan.

Hasil penelitian menunjukkan pertama, Ajaran Yoga Kepamangkuan yang diajarkan dalam kegiatan di Pasraman Mulat Sarira adalah sikap-sikap asana duduk masila pened, pranayama atau ngunda bayu, sikap-sikap gerakan tangan atau mudra dan mantra.

Kedua, implementasi Ajaran Yoga Kapamangkuan di Pasraman Mulat Sarira adalah praktek yoga Kapamangkuan yaitu sikap – sikap asana duduk, pranayama, sikap – sikap gerakan tangan atau mudra dan mantra adalah bagian dari dimensi Kapamangkuan. Dengan melaksanakan yoga kapamangkuan dan bagian pedoman – pedoman gagelaran Pamangku maka dapat ngayah naik turun yang disebut “Jan banggul”

Ketiga, implikasi implementasi Ajaran Yoga Kapamangkuan di Pasraman Mulat Sarira adalah yoga kapamangkuan sebagai bagian dari point – point ajaran yoga berkontribusi terhadap profesi Pamangku. Akibat dari profesi itu Pamangku disebut jabatan  fungsional “Jero Mangku” yang berdimensi pada kapamangkuan menjaga kesucian dirinya dengan wajib menjaga “kelingsirannya”. Kontribusi tersebut berimplikasi pada Sthula Sarira, Sukma Sarira, Antah Karana, implikasi Religius, Psikhologis serta meningkatkan kesadaran tugas dan fungsi Pamangku.

Temuan pada penelitian ini yaitu adanya koneksitas antara sosial ketubuhan dengan kesadaran spiritual, konsepsi sosial tentang “Kalingsiran” dan Pamangku disebut sebagai jabatan fungsional “Jero Mangku” yang berdimensi pada kapamangkuan. Penghargaan masyarakat terhadap sebutan “Jero Mangku” yang merupakan profesi spesifik yang menjembatani antara kesadaran masyarakat/umat Hindu dengan alam niskala.