Promosi Doktor Program Doktor Ilmu Agama : I Nyoman Piarta

Promosi Doktor Program Doktor Ilmu Agama : I Nyoman Piarta

Kamis, 27 Agustus 2020, bertempat di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa telah diadakan Sidang Promosi Doktor atas nama I Nyoman Piarta dengan judul Disertasi “DHARMAGITA DALAM PELAKSANAAN PANCA YAJNA DI KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR (Kajian Filsafat Hindu) “. Sidang ini dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag.

Dharmagita dalam kehidupan sosial religius Umat Hindu merupakan bentuk sajian seni suara sebagai wujud persembahan. Dharmagita selalu hadir dalam upacara Agama Hindu di Kecamatan Tegallalang, memberikan kesan bahwa dharmagita adalah pengiring yajna. Geliat pelestarian budaya dewasa ini menempatkan dharmagita pada sebuah trand. Menariknya, justru bukan terletak pada peningkatan masyarakat untuk belajar dharmagita dan usaha untuk pelestarian seni budaya, namun terletak pada pemahaman Umat Hindu di Tegallalang.

Secara umum tujuan penelitian ini untuk menggali dan memberikan pemahaman yang jelas tentang dharmagita dan penggunaannya dalam upacara Panca Yajna di Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar kajian filsafat Hindu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan tiga teori yaitu : Teori Struktural, Fungsional, Teori Religi, dan Teori Simbol.

Hasil penelitian ini yaitu :

  1. Alasan penggunaan dharmagita dalam upacara Panca Yajna di Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar adalah sebagai pencurahan rasa bhakti, sebagai aspek kesehatan, sebagai expresi keindahan, sebagai perekat solidaritas sosial kemasyarakatan dan sebagai persembahan dalam upacara yajna. Unsur teologi – estetika Hindu yang membangun struktur dharmagita adalah unsur -unsur umum dharmagita yaitu : tangga nada, nada, ritme, irama, melodi, tempo, laras dan ekspresi/raras.
  2. Unsur – unsur filsafat Hindu dalam dharmagita meliputi : tattwa, susila, dan acara. Unsur – unsur estetika Hindu dalam Dharmagita yaitu : satyam, sivam, dan sundara. Integrasi Filsafat Hindu dengan estetika Hindu dalam dharmagita meliputi kaidah tattwa dengan satyam, kaidah tatwa dengan sivam, kaidah tatwa dengan sundaram, kaidah susila dengan satyam, kaidah susila dengan sivam, dan kaidah acara dengan sundaram.
  3. Penggunaan Dharmagita dalam penelitian ini berimplikasi pada peningkatan kualitas dan vibrasi upacara Panca Yajna, meningkatkan sraddha dan bhakti pemedek, dan meningkatkan solidaritas umat.