Ujian Proposal Mahasiswa Program Magister Brahmawidya UHN I Gusti Bagus Sugriwa: Pande Made Adhi Satria Wicaksana Mendalami Konsep Antromorfisme dalam Pemujaan Hindu di Desa Tusan

Pande Made Adhi Satria Wicaksana, yang mengangkat judul penelitian yang menarik, "Antromorfisme: Sebuah Konsep Pemujaan Dalam Agama Hindu Di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung"-Tupasca(nia/ebi)

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Denpasar – Pada tanggal 20 Mei 2024, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menjadi saksi dari kegiatan ujian proposal mahasiswa Program Magister Brahmawidya. Salah satu mahasiswa yang mengikuti ujian tersebut adalah Pande Made Adhi Satria Wicaksana, yang mengangkat judul penelitian yang menarik, “Antromorfisme: Sebuah Konsep Pemujaan Dalam Agama Hindu Di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung”.

Ujian proposal ini menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan akademik Pande Made Adhi Satria Wicaksana menuju penyusunan tesisnya. Ujian berlangsung di ruang ujian program magister brahmawidya dengan format pemaparan selama 15 menit oleh mahasiswa, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh dewan penguji.

Dewan penguji yang hadir dalam ujian proposal ini terdiri dari Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag selaku pembimbing satu, didampingi oleh Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri, S.Sos., M.Si sebagai pembimbing dua. Selain itu, turut hadir pula Prof. Dr. Drs. I Putu Sudarma, M.Hum dan Dr. Poniman, S.Ag., M.Fil.H sebagai dewan penguji lainnya. Mereka memberikan pertanyaan dan masukan yang mendalam untuk menguji pemahaman dan konsep penelitian yang diajukan oleh Pande Made Adhi Satria Wicaksana.

Pande Made Adhi Satria Wicaksana dengan penuh keyakinan menjawab setiap pertanyaan dari dewan penguji. Ia mampu menguraikan dengan jelas konsep antromorfisme dan implikasinya dalam praktik pemujaan agama Hindu di Desa Tusan. Para penguji memberikan apresiasi atas kerja keras dan kesungguhannya dalam mengeksplorasi konsep yang kompleks tersebut.

Setelah sesi tanya jawab selesai, dewan penguji mengadakan rapat tertutup untuk mengevaluasi proposal yang diajukan. Setelah beberapa waktu, keputusan diumumkan: proposal Pande Made Adhi Satria Wicaksana diterima dengan baik oleh dewan penguji. Hal ini merupakan langkah awal yang penting dalam perjalanan akademiknya menuju penyusunan tesis yang lebih mendalam.

Dengan diterimanya proposal ini, Pande Made Adhi Satria Wicaksana diharapkan dapat terus mengembangkan pengetahuan dan konsepnya dalam bidang brahmawidya. Semangatnya dalam mengeksplorasi dan memperdalam pemahaman tentang pemujaan dalam agama Hindu diharapkan dapat memberikan kontribusi berharga bagi dunia akademik dan masyarakat Hindu.

Ucapan terima kasih dan apresiasi yang tulus disampaikan kepada Pande Made Adhi Satria Wicaksana atas keberhasilannya dalam melewati ujian proposal ini. Semoga langkahnya selanjutnya akan membawa dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan spiritualitas di masyarakat Hindu serta masyarakat luas.- Tupaca(nia/ebi)