RAIH PREDIKAT SANGAT MEMUASKAN , RAI PARSUA SANDANG GELAR DOKTOR PADA PASCASARJANA UHN SUGRIWA

RAIH PREDIKAT SANGAT MEMUASKAN , RAI PARSUA SANDANG GELAR DOKTOR  PADA PASCASARJANA  UHN SUGRIWA

DENPASAR, PASCASARJANA UHN SUGRIWA – Badan Perwakilan Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Senin (11/7) melaksanakan ujian terbuka di Gedung Pascasarjana, Jalan Kenyeri No. 57 Denpasar dengan Promovendus : Gede Rai Parsua.

Dengan mengambil judul disertasi ” Konsepsi Bhatara Satiman di Desa Songan A dan B Kintamani, Bangli, Perspektif Teologi Hindu”, Berhasil mengantarkan Rai Parsua meraih gelar Doktor Ilmu Agama ke 116 di UHN Sugriwa Denpasar dengan predikat sangat memuaskan.

Ujian terbuka  dilaksanakan setelah Promovendus melaksanakan ujian tertutup pada Tanggal 9 Mei 2022.  Sidang terbuka dipimpin oleh Ketua Sidang  Prof. Dr. Dra. Relin Denayu Ekawati., M.Ag yang juga sebagai Direktur Pascasarjana. Adapun panitia penguji dari ujian terbuka ini yaitu Prof.Dr.Drs. I Made Surada,M.A sebagai Promotor, Dr.Drs.I Nyoman Ananda.,M.Ag. sebagai Kopromotor, dan para dewan penguji diantaranya : Prof.Dr.Drs I Gusti Ngurah Sudiana.,M.Si., Prof.Dr.Drs . I Nengah Duija.,M.Si., Prof.Dr. I Made Suastika,SU., Dr.Drs.Ida Bagus Gede Candrawan.,M.Ag., Dr.Ni Putu Winanti.,S.Ag.,M.Pd., dan Dr.I Ketut Gunarta, S.Ag.,M.Ag.

Pria kelahiran 31 Desember 1978 ini yang kesehariannya  sebagai Dosen PNS di UHN Sugriwa Denpasar dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa  Bahatara Shatiman di konsep dari alam menjadi Satiman yang berarti empat puluh lima dan Bhatara Satiman dikonsep menjadi SA, TI, dan MAN. SA artinya satu, TI artinya Tiga, dan Man artinya Manca atau lima

Masyarakat Songan, mempercayai Bhatara Satiman yang merupakan kepercayaan yang digali melalui alam dan kebiasaan – kebiasaan hidup setempat. Kehidupan masyarakat songan sebagian besar hidup dari alam pegunungan berbukit sehingga menemukan sebuah keyakinan dengan sebutan Bhatara Satiman.

Bhatara Satiman dipercaya sebagai Monopolytheisme yaitu kepercayaan dengan mempercayai bahwa Tuhan itu satu dengan sebutan berbeda – beda. Kepercayaan masyarakat songan dengan keTuhanan isi kitab weda, maupun masyarakat hindu di Bali,  memiliki esensi yang sama, yaitu memiliki banyak nama tetapi Beliau tetap satu.

Direktur Pascasarjana beserta jajaran  mengucapkan selamat dan sukses kepada Promovendus. atas gelar doktor yang baru dicapai , sekaligus  diharapkan menjadi acuan bagi karyasiswa lain agar bisa menyelesaikan studi tepat waktu.

Rai Parsua menyampaikan terimakasih  kepada Rektor UHN Sugriwa, Direktur Pascasarjana beserta jajaran yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan Studi Doktornya.

Sesuai masukan dan arahan dari dari Dewan Penguji, Rai Parsua akan mengembangkan penelitian ini agar senantiasa bermanfaat bagi ajaran Agama Hindu baik di Bali dan Nusantara (nia).