PROMOSI DOKTOR PROGRAM DOKTOR ILMU AGAMA : SULINGGIH, IDA SRI BHAGAWAN NARENDRA MANUABA RAIH GELAR DOKTOR KE-86

Selasa, 9  Maret 2021, Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa menyelenggarakan Ujian Terbuka Disertasi Promosi Doktor Ilmu Agama, Ida Sri Bhagawan Narendra Manuaba dengan nama walaka I Nengah Sumantra.

Judul disertasi yang dibawakan yaitu Penanganan Pasien Gangguan Jiwa (Adhiatmika Dukha) Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Bertempat di Auditorium Pascasarjana, sidang khusus ini dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, selaku Ketua Sidang. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar selaku Promotor dan Kopromotor yakni Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag telah memberikan dorongan semangat dan bimbingan di dalam penyelesaian disertasi ini hingga selesai tepat pada waktunya.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa hal berikut ini :

  1. Faktor yang menyebabkan pasien rehabilitasi gangguan kejiwaan di RSJ Provinsi Bali mengintegrasikan pengobatan tradisional dan konvensional terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi keyakinan, kebutuhan asuhan keperawatan holistik, agama, sosial dan budaya. Faktor eksternalnya terdiri dari legitimasi Negara terhadap pengobatan tradisional dan kelemahan biomedicine barat.
  2. Bentuk perpaduan pengobatan tradisional bagi pasien gangguan jiwa di RSJ Provinsi Bali terdiri atas bentuk pengobatan tradisional, bentuk penanganan konvensional, dan bentuk penggabungan teknik tradional dan modern. Bentuk pengobatan tradisional meliputi diagnosa  (mengerin), peruwatan (bhuta yajna) dan mantra, tutur, dharma wacana (siraman rohani), sembahyang, dan penanganan bersumber teks (manuskrip). Bentuk penanganan konvensional terdiri atas psikoanalisis, pendekatan perilaku kognitif (cognitive behaviour), pendekatan humanistik, dan jenis – jenis terapi lain. Bentuk penggabungan teknik tradisional dan modern terdiri atas diagnosa, perbaikan perkembangan mental, pemanfaatan obat – obatan, dan penanganan dengan cara spiritual.
  3. Dampak pengobatan tradisional dan konvensional pada pasien gangguan jiwa di RSJ Provinsi Bali meliputi dampak individual, dampak sosial, dampak psikologis bagi pasien, dampak kuasa keluarga, dan dampak budaya masyarakat.