PROMOSI DOKTOR PROGRAM DOKTOR ILMU AGAMA : NI LUH WAYAN SUPARMI RAIH GELAR DOKTOR KE-87

Rabu, 10/03 bertempat di gedung Auditorium Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Ujian terbuka promosi doktor atas nama Ni Luh Wayan Suparmi di gelar.

Sidang yang secara resmi dibuka oleh Direktur Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Dra. Relin Denayu Ekawati, M.Ag  selaku Ketua Sidang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid 19.

Judul disertasi yang dibawakan oleh Promovenda yaitu Buah Kelapa Dalam Perspektif  Teologi Hindu Di Kabupaten Badung. 

Ujian berlangsung interaktif, terjadi tanya jawab antara promovenda dan penguji. Adapun hasil penelitian dari Disertasi ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Hindu terhadap penggunaan buah kelapa dalam upacara kegamaan di Kabupaten Badung meliputi beberapa hal, yakni : buah kelapa adalah simbol sakral yang mewakili konsep anda bhuwana atau bumi sebagai tempat hidup semua makhluk. Buah kelapa juga simbolisasi sapta loka yang merujuk pada tujuh lapisan atas semesta. Buah kelapa dipersepsi bertautan dengan mitos-magi yang didalamnya ada narasi mitos dewa – dewa tertentu. Khusus buah kelapa maadan merupakan sarana penting dalam upacara Agama Hindu sebagai simbol Padma Bhuwana, dan ada sembilan buah kelapa yang mewakili orientasi arah  dan dewa – dewa tertentu. Fungsi buah kelapa dalam pelaksanaan upacara keagamaan di Kabupaten Badung meliputi beberapa fungsi yakni : Buah kelapa memiliki fungsi penting dalam praktik berupacara, seperti buah kelapa difungsikan sebagai dasar upakara banten yang diyakini sebagai dasar bhuwana. Buah kelapa sebagai ulu banten yang merupakan sthana dari Sanghyang Tri Purusa Siwa. Buah kelapa yang digunakan dalam upacara (yadnya) tiada lain adalah bermakna tunggul banten atau inti dari upakara yang mewakili Ongkara yang merupakan sthana dari Sanghyang Siwa. Fungsi buah kelapa maadan dalam kegiatan berupacara adalah sebagai simbolisasi-sakral magi yang berhubungan dengan konsep Padmabhuwana dan atau dewata nawasanga.

Hasil sidang terbuka memutuskan promovenda Ni Luh Wayan Suparmi mendapatkan predikat Cumlaude dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Agama serta merupakan Doktor ke-87.

Semoga ilmu dari penelitian yang sudah dilakukan dapat diimplementasikan sehingga berguna bagi masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Badung.